Pages

Senin, 29 Maret 2010

Penyakit Akibat Seks Oral

Radang Mulut

Seks oral juga dapat menjadi sumber penularan radang mulut bila rongga mulut mengidap suatu penyakit menular seksual. Rongga mulut mungkin mengidap suatu penyakit kelamin kalau melakukan seks oral dengan orang yang sedang mengidap penyakit tersebut. Sebagai contoh, kalau seorang wanita melakukan seks oral terhadap seorang pria yang sedang mengidap gonorea (kencing nanah), maka dapat saja terjadi penularan dari penis ke lapisan mulut bagian dalam atau tenggorok.

Akibatnya wanita itu mengalami radang mulut atau tenggorok karena gonorea. Kalau kemudian wanita itu melakukan seks oral terhadap pria lain yang sehat, pria itu dapat tertular sehingga mengalami gonorea. Namun. kalau rongga mulut tidak mengidap penyakit kelamin, tentu seks oral tidak merupakan sumber penularan.

Kanker Tenggorokan

Beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan pada pria atau wanita, dicurigai menular lewat aktivitas seks oral. Dalam sebuah studi yang baru pertama kali dilakukan, para ahli meneliti kaitan antara human papilloma virus (HPV) yang menyebabkan kanker leher rahim dengan kanker oropharyngeal yang menyerang tenggorokan, tonsil dan bagian belakang lidah. Angka kejadian penularan HPV lewat kegiatan oral sex di Amerika Serikat terus mengalami peningkatan sejak tahun 1973. Kini bertambah lagi resiko penularan penyakit lewat seks oral, yakni kanker tenggorokan.

Dulu, banyak disebut orang yang paling rentan terkena kanker tenggorokan adalah mereka yang perokok dan banyak mengkonsumsi alkohol. Namun, rupanya ada faktor lain yang lebih dominan. Orang yang melakukan oral sex berganti-ganti pasangan hingga lebih dari 6 kali mengalami resiko terkena kanker tenggorokan 9 kali lebih tinggi.

Tidak semua orang menikmati seks oral. Banyak yang mencoba dan menyukainya, sementara sebagian lainnya memberikan beberapa komentar. Komentar-komentar ini bisa dibagi ke dalam tiga hal umum. Pertama, bahwa seks oral itu tidak higienis. Alasan kedua adalah karena faktor tabu untuk melakukannya. Ketiga, bahwa seks oral bukanlah ungkapan suatu kejantanan ataupun feminitas. Secara higienis, seks oral -baik cairan semen (air mani) maupun cairan vagina- sebenarnya tidak berbahaya bagi mereka yang tidak terkena penyakit menular seksual.

Setiap orang harus memastikan bahwa dirinya dan pasangannya bebas dari PMS sebelum melakukan hubungan seksual. Tidak ada penyakit yang ditularkan melalui seks oral yang tidak bisa ditularkan melalui seks dalam bentuk lainnya. Jika seseorang mengidap PMS, maka pasangannya kemungkinan akan tertular apapun bentuk hubungan seks yang mereka lakukan. Singkatnya, hubungan seks diantara pasangan yang sehat adalah aman dan bersih.

Untuk memastikannya tentu diperlukan pemeriksaan. Kalau tidak pernah melakukan oral sex dengan wanita penghibur yang mengidap penyakit kelamin, yakinlah bahwa Anda tidak mungkin mengidap penyakit itu. Tidak mudah pula untuk mengetahui tertular tidaknya Anda setelah berhubungan oral karena dampaknya tidak dapat langsung terlihat, melainkan setelah beberapa lama. Jika pacar atau istri hanya pernah melakukan hubungan seksual dengan pria resminya, yakinlah bahwa mereka berdua tidak akan menulari Anda dengan penyakit itu. Kemungkinan terburuk ialah pacar mengalami radang pada rongga mulut atau tenggorokan karena penyakit kelamin. Tentu saja ini baru terjadi kalau dia pernah melakukan seks oral dengan pria yang sedang mengalami penyakit kelamin.

Dr. Ferryal Loetan, seorang pakar seksologi juga mengatakan bahwa oral sex yang dilakukan oleh wanita terhadap pria dapat memungkinkan penularan penyakit di dalam tubuh. Sebab di dalam mulut terdapat banyak air liur. Beberapa kuman maupun bakteri memang ada yang tidak tahan dengan zat-zat yang ada di dalam air liur tersebut namun tidak semuanya. Demikian pula dengan berbagai macam jamur termasuk virus yang sering ada di badan manusia. Dimana yang menerima oral mempunyai penyakit, maka dapat saja menularkan penyakitnya kepada yang memberikan oral, begitu pula sebaliknya. Tapi kalau keduanya sehat maka tidak ada masalah.

Hubungan seksual yang sehat tidak akan mengakibatkan penularan PMS. Demikian juga seks oral yang sehat tidak akan menjadi sumber penularan penyakit kelamin. Untuk menghindari tertularnya penyakit, pelaku seks oral diimbau menggunakan kondom sebagai pengaman. Kini kondom yang diproduksi dibuat bervariasi bahkan dengan berbagai macam rasa seperti jeruk dan strawberry. Di Amerika Serikat, hampir 90 persen wanita penghibur meminta pasangannya memakai kondom saat berseks oral. Tetapi di Indonesia, langkah ini agaknya belum dilakukan.

Sabtu, 27 Maret 2010

Penyakit Akibat Hubungan Seks Tidak Bersih

Penyakit kelamin adalah penyakit yang cara penularannya melaui hubungan kelamin. Tempat terjangkitnya penyakit tersebut, tidak semata-mata pada alat kelamin saja, tetapi dapat terjadi di berbagai tempat diluar alat kelamin. Dulu penyakit ini dikenal dengan nama venereal diseases dalam arti penyakit Dewi Cinta menurut versi Yunani. Yang tergolong penykit ini adalah: sifilis, gonore, ulkus mola, limfogranuloma venerum, granuloma inguinale.
Dalam penelitian lebih lanjut dijumpai bahwa makin bertambah penyakit yang timbul akibat hubungan seksualsehingga nama penyakit kelamin (feneral deases) berubah menjadi sexually transmitted diseases (STD) yang dalam bahasa indonesia penyakit hubungan sexual (PHS)

PENYAKIT GONORE
Paling banyak dijumpai dalam jajaran penyakit hubungan seksual, namun mudah diobati, tetapi bila terlambat atau pengobatan kurang tepat dapat menimbulkan komplikasi yang fatal. Penyebabnya adalah Neisseria gonorhoe, tergolong bakteri diplokokus. Masa inkubasi antara 3-5 hari setelah infeksi.

1. Infeksi gonore pada peria
Bentuk yang paling sering adalah uretritis gonore anterior akuta atau kencing nanah. Gejalah umumnya adalah: rasa gatal dan panas diujung kemaluan, rasa sakit saat kencing dan banyak kencing, diikuti pengeluaran nanah diujung kemaluan dapat bercampur dara.
Pada pemeriksaan akan dijumpai ujung kemaluan merah, membengkak, dan menonjol, diujungnya bila dipijat akan keluar nanah. Penyakit ini jika tidak mendapat pengobatan yang tepat dapat menyebar kebagian alat kelamin lainya seperti kandung kencing, prostat sampai buah zakar dan saluranya. Dengan pengobatan yang kurang mantap, penyakit akan bersifat menahun dan menjadi sumber penularan bagi orang lain serta keluarga.

2. Infeksi gonore pada wanita
Dengan perbedaan anatomi alat kelammin luar wanita, yang terkena infeksi pertama adalah mulut rahim, apalagi bila terdapat perlukaan sehingga penyebarannya kebagian bawah dan bagian atas alat kelamin cepat. Infeksi mulut rahim disebut servisitis yang bersamaan dengan infeksi vagina trikomonas maka gejala klinisnya semakin menonjol yaitu rasa nyeri pada derah punggung, mengeluarkan keputihan encer seperti nanah. Pemeriksaan serviks akan tampak berwarna merah, membengkak, perlukaan, dan tertutup oleh lendir bernanah. Lendir yang dikeluarkan sangat infeksius sehinga dapat menyebarkan penyakitnya menuju liang kencing (uretritis) dengan gejala rasa sakit saat kencing, banyak kencing dan dapat bercampur nanah, pemeriksaan mulut saluran kencing menunjukan berwarna merah, bengkak.

Kamis, 25 Maret 2010

Pendidikan Seks Untuk Meminimalisir Penyakit IMS (Kelamin)

Untuk melacak sumber pertama penyakit IMS sangat sulit. Karena menurut konsultan Unicef untuk Indonesia dr. Rachmat, Indonesia tidak punya data spesifik tentang penyakit IMS. Kalaupun ada data, masih bersifat deskriptif. Hal itu terjadi, karena setiap rumah sakit, puskesmas, ataupun klinik-klinik dokter swasta terkait tidak pernah membuat pelaporan data pasien kepada pemerintah.

"Lagi pula siapa yang mau mengaku kalau sakitnya itu karena hubungan seksual yang tidak aman," ujar Rachmat.

Penanganan dan pencegahan meluasnya dampak dari unprotective sex (istilah UNICEF untuk free sex), tidak lain adalah edukasi. Edukasi paling efektif diberikan kepada remaja karena remaja merupakan cikal bakal generasi berikutnya. Hanya persoalannya, siapa yang harus memberikan edukasi. Karena ternyata, dari hasil survei BKKBN Jabar menyebutkan, hampir sebagain besar remaja enggan membicarakan masalah seks dengan orang tua.

Jadi, kata Elma, harus dicari cara-cara edukasi yang efektif agar topik yang disampaikan tepat sasaran. Cara paling efektif tersebut adalah edukasi yang dilakukan antarsesama remaja. Itu artinya, harus ada relawan remaja yang mau
mendalami tentang kesehatan reproduksi seks terlebih dahulu.

Untuk membentuk relawan-relawan tersebut, BKKBN mengadakan program Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PK-KRR) di setiap kecamatan. Namun sayang, efektivitas PK-KRR ini belum mampu memperlihatkan hasil karena regenerasi yang lambat.

"Itulah sebabnya, lagi-lagi kita mengajak para orang tua untuk memberikan pendidikan agama dan moral di keluarganya. Bila nilai-nilai agama dan moral sudah diberikan dari rumah, setidaknya akan menjadi pegangan remaja pada
saat mereka dewasa," ujarnya. [PR]



Selasa, 23 Maret 2010

Penderita Penyakit Kelamin Semakin Banyak

Berhubungan seks semau gue merupakan salah satu bentuk kebebasan yang dibanggakan masyarakat Barat. Namun, ini bukan tanpa dampak merugikan. Sebagaimana berita resmi keluaran University of Gothenburg, Swedia, baru-baru ini, sepanjang sepuluh tahun terakhir jumlah kasus baru penderita infeksi klamidia di Swedia meningkat tiga kali lipat.

Pada tahun 2007, lebih dari 47 ribu orang ditetapkan terjangkiti klamidia, jauh lebih banyak dibandingkan pada tahun 1997 yang berjumlah kurang dari 14 ribu. Infeksi klamidia semakin meningkat khususnya pada wanita berusia antara 15 dan 25 tahun. Peningkatan tajam ini ditengarai akibat sejumlah faktor, di antaranya memiliki lebih dari satu pasangan seksual, memiliki lebih banyak hubungan seks di luar nikah atau bukan dengan pacarnya, dan kurangnya penggunaan kondom.

Merusak organ reproduksi

Klamidia adalah penyakit yang umumnya ditularkan melalui seksual (bisa melalui kelamin, dubur atau oral) dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini dapat merusak organ-organ reproduksi wanita. Meski tanda-tanda terjangkiti klamidia biasanya halus atau tidak tampak, namun bisa berdampak kerusakan permanen pada saluran telur, rahim dan jaringan di sekitarnya, bahkan kemandulan. Penderita klamidia juga lima kali lebih rentan terinfeksi virus penyebab AIDS.

Pada wanita hamil, terdapat bukti bahwa infeksi klamidia yang tidak tertangani dapat mengakibatkan kelahiran prematur. Ibu yang terjangkiti klamidia dapat melahirkan bayi yang terinfeksi klamidia pada mata dan saluran pernafasan, termasuk pneumonia.

Pria lebih jarang terkena dampak infeksi klamidia. Namun infeksi ini terkadang bisa menjalar ke epididimis, yakni pembuluh yang mengalirkan sperma dari testis, sehingga mengakibatkan rasa sakit, demam, dan jarangkali kemandulan. Meskipun jarang, infeksi klamidia dapat mengakibatkan pula radang sendi yang disertai dengan bercak luka pada kulit dan pembengkakan pada mata dan saluran kencing-sperma.

Pelajaran seks tidak berdampak

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di daerah Västra Götaland, Swedia, terdapat sangat banyak sekali anak lelaki yang tidak mengikuti anjuran yang diajarkan di sekolah dalam mata pelajaran tentang seks. Hal ini sangat mencemaskan sang peneliti, mengingat inilah yang diyakini kuat menjadi penyebab peningkatan pesat penderita infeksi klamidia.

Pengkajian ini melibatkan hampir 500 siswa sekolah tingkat atas yang berusia 17 tahun di bagian barat Swedia yang mengikuti mata pelajaran tentang bahaya, perilaku seksual, tanggung jawab, kondom dan hukum Swedia sehubungan dengan infeksi yang tertularkan melalui hubungan kelamin. Mereka diminta mengisi lembar daftar pertanyaan dengan tanpa mencantumkan nama mereka.

“Yang paling mencolok adalah perbandingan yang sangat besar pada anak-anak pria yang mengatakan bahwa mereka tidak akan mematuhi anjuran yang diberikan selama pelajaran, dan hampir sebanyak itu pula berpendapat bahwa pendidikan seks tidak memiliki dampak apa pun pada perilaku seks mereka,” kata Gun Rembeck, salah sorang yang terlibat dalam penelitian itu.

Hikmah berharga

Rupanya buah kebebasan seks sudah menuai bencana penyakit berbahaya, setidaknya ini terbukti di Swedia. Pendidikan seks yang selama ini diajarkan terbukti malah berdampak pada peningkatan tiga kali lipat penderita penyakit kelamin bernama klamidia itu.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), AS, menganjurkan sejumlah cara dalam rangka mencegah terkena klamidia. Menariknya, di antara anjuran itu adalah menjauhkan diri dari hubungan kelamin, atau memiliki pasangan tunggal yang setia dan langgeng yang telah teruji dan diketahui tidak terkena infeksi penyakit kelamin.

Anjuran ini mengingatkan pada ajaran agama, agar manusia menjauhkan diri dari perbuatan zina, dan menyalurkan kebutuhan jasmaninya melalui jalur pernikahan resmi. Manusia juga diperintahkan menjaga keharmonisan pernikahan ini dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa besar seperti hubungan kelamin di luar pernikahannya itu.

Sungguh terlampau banyak hikmah kebaikan di balik aturan agama, pencegahan penyakit klamidia ini hanyalah salah satunya. Siapa pun tentu tidak menginginkan bilamana generasi muda mudi dibiarkan begitu saja melakukan seks bebas, sehingga mereka dan bayi-bayi yang dilahirkannya menjadi generasi yang jasmaninya rentan rusak akibat infeksi klamidia. (wwn/gu.se/cdc/hidayatullah.com)

Minggu, 21 Maret 2010

OBAT TRADISIONAL UNTUK MENYEMBUHKAN PENYAKIT KELAMIN

Banyak sekali macam penyakit kelamin yang menyerang manusia. Penyakit ini biasanya diderita oleh mereka-mereka yang suka jajan atau menjajankan diri ditempat-tempat pelacuran.

Umumnya penderita penyakit ini merasa malu untuk memeriksakan penyakitnya kepada seorang dokter, walaupun ia sendiri tahu kalau penyakit tersebut sangat berbahaya.

Untuk menyembuhkan macam-macam penyakit kelamin ini bisa di coba dengan menggunakan resep :

a. Beberapa lembar daun kobis yang sudah tua.
b. Beberapa siung bawang putih.
c. Bawang merah secukupnya, dan
d. Air perasan jeruk nipis.

Caranya:
1. Tanaman/Daun kobis, bawang putih dan bawang merah diiris-iris sampai halus, lalu dimasukkan ke dalam panci.
2. Setelah itu embunkan di udara terbuka selama 1 malam dan pada keesokan harinya anda remas-remas, lalu campurkan dengan air perasan jeruk nipis.
3. Kemudian Anda ambil airnya dan minumlah setiap pagi. Selain itu dianjurkan pula untuk tidak berhubungan seksual dengan wanita-wantta yang bukan istrinya (WTS). Bila Anda patuh, Insya Allah penyakit kelamin tersebut segera dapat disembuhkan.


Jumat, 19 Maret 2010

Kutu di Bawah Kulit Kelamin

  • Mirip dengan kutu kelamin, tetapi ukurannya lebih kecil dan menetap di bawah kulit
  • Menyebabkan luka-luka kecil dan gatal di seluruh tubuh
  • Diobati dengan obat cair yang diusapkan ke seluruh tubuh
  • Pakaian, seprei dan handuk harus dicuci setelah pengobatan, karena kutu dapat menetap pada kain-kain terebut

Rabu, 17 Maret 2010

Merawat Alat Kelamin Wanita atau Vagina

Dalam kehidupan seseorang wanita, penjagaan alat sulit atau alat kelamin amat penting kerana ia berkait rapat dengan pengeluaran darah haid, hubungan seks dan kehamilan.

Bahagian ini sensitif pada perubahan persekitaran terutamanya keasidan dan kealkalian (pH) kemaluan wanita. Perubahan ini samada disebabkan jangkitan kuman, penggunaan sabun atau faktor fizikal, persekitaran ataupun kebersihan diri. Seseorang wanita mungkin tidak selesa, gatal, mengeluarkan keputihan yang tidak normal atau berbau, bengkak alat kelamin dan kesakitan.

Menurut Dr. Siti Zaleha Ab. Rahim dari salah sebuah hospital swasta, wanita yang mempunyai tanda-tanda tersebut mudah dijangkiti kuman.

"Ia juga akan menjejaskan hubungan seks dan menimbulkan konflik antara suami dan isteri."

"Disamping itu, jangkitan kuman tertentu yang berulang boleh merosakkan sistem peranakan menyebabkan saluran fallopio tersumbat dan menjadikan seseorang itu sukar mendapat zuriat," katanya.

Ada beberapa langkah yang boleh dijadikan panduan untuk menjaga alat kelamin atau reproduktif wanita.
Langkah-langkah penjagaan alat kelamin yang disyorkan:

* Membersihkan bahagian luar kemaluan selepas buang air kecil atau air besar, seelok-eloknya menggunakan air.
* Ketika haid, wanita dinasihatkan kerap menukar tuala wanita terutama pada hari-hari yang banyak darah keluar. Ini kerana darah adalah media yang sesuai untuk kuman membiak. Bagi wanita yang menggunakan tampon mereka perlu ingat untuk menukarnya.
* Elak daripada sering mengamalkan douching iatitu memasukkan jari atau pancutan ke dalam faraj dengan tujuan membersihkan bahagian dalam faraj. Perbuatan ini akan menyingkirkan sejenis bakteria lactobacilli dari faraj disamping mendedahkan faraj dan bahagian luar kemaluan kepada bahan kimia yang boleh mengakibatkan iritasi kulit.
* Elakkan menyabun atau menyapu shower gel pada alat kelamin kerana ia mungkin menyebabkan kekeringan dan iritasi kulit atau gatal. Sesetengah wanita sensitif dan alah pada pewangi dalam buih sabun.
* Pasangan suami isteri digalakkan membersih alat kelamin dengan air sebelum dan selepas hubungan seks untuk kebersihan yang optima.
* Amalkan membuang air kecil lebih kurang setengah jam selepas hubungan seks untuk mengurangkan risiko jangkitan kuman pada pundi kencing. Amalan ini berkesan untuk wanita yang sering mengalami jangkitan kuman pundi kencing (urinary tract infection).
* Elakkan memakai pakaian dalam sentetik yang terlalu ketat kerana ia menyebabkan kulit berpeluh, tiada peredaran udara pada kulit dan akhirnya menggalakkan kuman membiak.
* Pakaian dalam perlu ditukar setiap hari dan pada hari-hari mengalami keputihan, elok memakai panty liner supaya ia tidak melekat pada pakaian dalam yang menyebabkan ketidakselesaan.

Tambah Dr. Siti Zaleha lagi, jangkitan kuman sering berlaku sekiranya alat sulit tidak dijaga dengan sempurna. Ini termasuk kuman bakteria, virus, kulat dan protozoa yang dapat ditularkan melalui hubungan seks (sexually transmitted disease). Wanita dan pasangan perlu berjumpa doktor sakit puan untuk ujian pengesahan dan rawatan spesifik. "Paling kerap berlaku ialah jangkitan kuman atau fungus yang dipanggil candida. Ia dapat dirawat dengan memasukkan ubat antifungus ataupun ubat pil ke dalam faraj." Ujar beliau.

Kumpulan kuman lain yang sering menyerang wanita ialah bacterial vaginosis. Pesakit akan mengadu mengeluarkan lendir busuk (fishyodour discharge) dan kegatalan teruk. Ini dapat dirawat dengan antibiotik spesifik.

Katanya, wanita juga terdedah penyakit bengkak pada alat kelamin yang dipanggil bartholin cyst.

"Ia terjadi bermula dengan pembengkakan setempat pada bahagian bawah bibir kemaluan. Pada peringkat awal, pesakit mungkin tidak perasan kerana saiznya kecil. Cyst ini terbentuk akibat kelenjar Bartholin tersumbat dan bengkak yang sering terbentuk disebabkan jangkitan kuman bakteria.

"Ia dapat dikawal melalui pembedahan kecil pada cyst untuk mengeluarkan cecair yang terkumpul di dalam kelenjar tersebut. Sekiranya ia kerap berulang, dinasihatkan dibedah dan dikeluarkan, " jelas Dr. Siti Zaleha lagi.
Bengkak nanah (abcess) dikaitkan dengan jangkitan kuman dan pesakit mengadu sakit serta demam. Rawatan adalah secara incisional dan drainage untuk mengeluarkan nanah dan pengambilan antibiotik.

Selain itu, bisul juga boleh terjadi pada wanita yang sering bercukur. Oleh itu, kebersihan pencukur perlu dititikberatkan.

Penyakit lain yangg turut dikaitkan dalam masalah ini ialah barah pada bahagian luar alat kelamin (vulva dan vagina). Namun ia jarang terjadi berbanding barah pangkal rahim, rahim atau ovari. Ia merangkumi hanya 5 peratus daripada semua jenis barah sistem produktif wanita.

"Penyakit ini sering berlaku pada wanita yang telah menopaus dengan purata umur 60 tahun. Pesakit akan mengalami kegatalan berterusan yang teruk diikuti ketumbuhan atau ulser yang kerap bermula pada bibir luar kemaluan. Rawatan ini merangkumi pembedahan besar dan radioterapi, " katanya.

Ketika mengulas mengenai kaitan penjagaan alat sulit dengan masalah keputihan, Dr.. Siti Zaleha berkata keputihan kerap berlaku pada wanita dan penting sekali mereka tahu membezakan antara keputihan biasa dan yang berpenyakit.
"Keputihan yang normal boleh berlaku pada keadaan berikut iaitu beberapa hari sebeluim tiba haid, ketika keghairahan seks, kehamilan dan klimakterik atau selepas menopaus.

"Begitu juga sebelum tiba haid dan ketika hamil atau belaku perubahan paras hormon yang meningkat. Semua ini menyebabkan banyak keputihan atau cecair jernih yang melekit keluar dari faraj," ujar Dr. Siti Zaleha.

Tanda-tanda keputihan yang berpenyakit termasuklah pertukaran warna dari jernih, putih ke kuning atau kehijauan atau berdarah. Sekiranya keputihan terlalu banyak, kadang-kadang ia keluar secara berketul-ketul kecil, gatal dan berbau. Tanda-tanda adalah seperti bengkak, pedih atau sakit pada alat kelamin. Sekiranya jangkitan merebak ke rahim atau sistem peranakan, wanita akan mengadu sakit pada bahagian bawah abdomen serta demam..

"namun begitu, seelok-eloknya wanita yang mengalami masalah keputihan dinasihatkan berjumpa doktor untuk mendapatkan pengesahan sama ada ia berpenyakit atau tidak, supaya rawatan dapat diberikan sebelum penyakit serius," tambah beliau.

Dr. Siti Zaleha juga menjelaskan, kebanyakan wanita tidak memerlukan produk atau ubat penjagaan alat kelamin sekiranya langkah-langkah yang disarankan tadi diikuti dengan bijak. Ubat hanya perlu diambil bagi merawat jangkitan kuman dan keputihan yang tidak normal.

"“Ada segelintir wanita berasa selesa dan puas apabila mereka membersih dan merawat alat kelamin dengan produk yang berada di pasaran. Mereka dinasihatkan memikir bahan pencuci yang tidak alergik, yang tidak mengubah pH faraj dan telah diuji kebersihannya.

"Sekiranya selepas menggunakan produk tersebut dan timbul rasa pedih, gatal atau kemerahan, wanita itu dinasihatkan tidak menggunakannya lagi dan berjumpa dengan doktor," katanya lagi.

Senin, 15 Maret 2010

Kutil Kelamin

Penyakit kutil kelamin termasuk penyakit akibat hubungan seksual. Frekuensi atau peluang pengidapannya pada laki-laki dan perempuan adalah sama. Penyakit ini hampir terdapat di seluruh dunia dan penularannya melalui kontak kulit langsung.
Faktor predisposisi antara lain kebersihan, adanya cairan keputihan, atau kelembaban pada pria akibat tidak dikhitan.

Kutil kelamin (genital wart) dalam istilah medisnya disebut kondiloma akuminatum. Penyebabnya adalah virus papilloma humanus (VPH) tipe tertentu. Penyakit ini tumbuh subur terutama di daerah lipatan yang lembab, seperti kelamin luar. Pada wanita yang banyak mengeluarkan cairan keputihan atau wanita yang hamil, pertumbuhan penyakit lebih cepat.

Apabila pengidapan penyakit ini masih baru kelainan kulit yang terjadi berupa pertumbuhan yang bertangkai dan berwarna kemerahan. Jika telah lama agak kehitaman. Permukaannya berjonjot. Jika terjadi infeksi sekunder, warna kemerahan akan berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak enak.

Beberapa tipe VPH mempunyai potensi tinggi menyebabkan kanker, seperti sering dijumpai pada kanker rahim.

Pengobatan dapat dilakukan dengan kemoterapi, bermacam-macam pembedahan atau dengan laser. Untuk mendapatkan penatalaksanaan yang paling tepat agar dikonsultasikan pada dokter spesialis kulit dan kelamin.

Sabtu, 13 Maret 2010

Keputihan Pada Pria Berbeda Dengan Keputihan Pada Wanita

Banyak yang menanyakan keputihan pada pria, apakah benar keputihan juga menyerang pria? Jika bukan keputihan pada pria lalu apa? Istilah keputihan, lazimnya memang berhubungan dengan keluhan pada wanita, yang menunjukkan keluarnya cairan dari vagina baik yang bersifat fisiologis (normal) atau patologis (tidak normal).

Pada laki-laki meski tidak ada istilah keputihan, namun keluarnya cairan dari alat kelamin laki-laki (penis) dapat terjadi. Keluarnya cairan ini pun bisa merupakan peristiwa fisiologis (misalnya pada saat ejakulasi dan pengeluaran sperma) maupun peristiwa patologis.

Keluarnya cairan yang bersifat patologis biasanya diikuti dengan keluhan lain, seperti rasa gatal, rasa sakit pada saat buang air kecil, dan lain-lain. Cairan ini dapat bercampur dengan nanah dan darah.

Sampai saat ini boleh dikatakan tidak ada ciri-ciri pria yang sedang mengidap penyakit kelamin secara umum, karena penyakit kelamin sendiri bermacam-macam, dan gejala dan tanda-tandanya pun bermacam-macam. Dari yang tidak menimbulkan gejala apapun (terutama pada penyakit kelamin yang sedang dalam masa inkubasi/pertumbuhan, namun pada masa ini, telah dapat menularkan penyakit), sampai timbulnya gejala yang bersifat lokal seperti timbulnya luka pada daerah kemaluan, keluarnya cairan, sampai dengan gejala yang timbul secara sistemik (mengenai seluruh tubuh) misalnya demam, nyeri tulang, timbulnya kelainan kulit di seluruh tubuh dan lain-lain.

Cara pencegahan yang efektif untuk menghindari timbulnya penyakit kelamin adalah tidak melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Namun bila hal ini tidak bisa dilakukan, penggunaan kondom terutama kondom yang terbuat dari latex atau plastik dapat membantu mencegah penyakit ini. Sayangnya, penggunaan kondom ini belum bisa mencegah penyakit ini hingga 100%, karena masih ada kemungkinan kebocoran kondom tersebut, terutama pada kondom dari plastik.

Jadi memang benar kalo keputihan pada pria tidak ada, yang ada hanyalah penyakit kelamin yang menyerupai keputihan.

Kamis, 11 Maret 2010

Jenis-Jenis Penyakit Kelamin Pada Wanita

1. Perlukaan Akibat Persalinan
Perlukaan jalan lahir karena persalinan dapat mengenai vulva, vagina dan uterus. Jenis perlukaan ringan berupa luka lecet, yang berat berupa suatu robekan yang disertai pendarahan hebat.
a. Vagina
Perlukaan pada dinding depan vagina terjadi disekitar orifisium uretra dan klitoris.
Robekan pada vagina dapat bersifat luka tersendiri atau mirip lanjutan robekan perineum. Robekan vagina 1/3 bagian atas ummnya mirip lanjutan robekan serviks uteri.
Pada umumnya robekan vvagina terjadi karena regangan jalan lahir yang berlebih-lebihan dan tiba-tiba ketika janin dilahirkan. Kadang-kadang robekan lebar terjadi akibat ekstraksi dengan forceps.
Untuk menilai keadaan bagian dalam vagina, perlu diadakan pemeriksaan dengan spekulum. Pendarahan pada keadaan ini umumnya adalah pendarahan artevial, sehingga harus segera dijahit.
b. Perineum
Tempat yang paling sering mengalami perlukaan akkibat persalinan ialah perineum. Tingkat perlukaan pada perineum dapat dibagi dalam :
1. Tingkat I : perlukaan hanya terbatas pada mukosa vagina atau kulit
perineum
2. Tingkat II : melukai fasia dan otot-otot diafragma urogenital
3. Tingkat III : menyebabkan muskulus sfingter ani enternus terluka di
Depan
Perlukaan pada diafragma urogenitalis dan muskulus levator ani, dapat terjadi tanpa luka pada kulit perineim atau pada vagina, sehingga tidak kelihatan dari luar. Perlukan demikian dapat melemahkan dasar panggul, sehingga mudah terjadi prolapsus genitalis. Robekan perineum dapat mengakibatkan pula robekan jaringan pararektal, sehingga rektum terlepas dari jaringan sekitarnya. Pada tempat terjadinya perlukaan akan timbul perdarahan yang bersifat artevial atau yang merembes.
Pada perlukaan tingkat I, bila hanya ada luka lecet , diperlukan penjahitan. Pada perlukaan tingkat II, hendaknya luka dijahit secara cermat. Lapisan otot dijahit simpul dengan Catgut no.0 atau 00, dengan mencegah terjadinya ruang mati. Adanya ruang mati antara jahitan-jahitan memudahkan tertimbunnya darah beku dan terjadinya radang.
Pada perlukaan tingkat III memerlukan teknik penjahitan khusus. Langkah pertama yang terpenting adalah menemukan kedua ujung muskulus sfingter ani ekstermus yang terputus. Pada perlukaan tingkat III yang tidak dijahit dapat terjadi inkontinensia alvi.
Perlukaan pada perineum sebenarnya dapat dicegah atau dijadikan sekecil mungkin perlukaan ini umumnya terjadi pada saat lahirnya kepala. Oleh karena itu keterampilan melahirkan kepala janin sangat menentukan sampai seberapa jauh terjadi perlukaan pada perineum. Untuk mencegah terjadinya perlukaan perineum yang tidak terarah dan tidak teratur dianjurkan melakukan episiotomi.
A. Serviks Uteri
Robekan serviks bisa menimbulkan pendarahan banyak, khususnya bila jauh ke lateral sebab di tempat itu terdapat ramus desendens dari arteria uterina. Perlukaan pada serviks uteri sering diakibatkan oleh tindakan-tindakan pada persalinan buatan dengan pembukaan yang belum lengkap. Selain itu, penyebab lain robekan serviks ialah partus presipitatus. Pada partus ini kontraksi rahim kuat dan sering sehingga janin di dorong keluar, kadang-kadang sebelum pembukaan lengkap.
B. Korpus Uteri
Perlukaan yang paling beraat pada waktu persalinan adalah robekan uterus. Lokasi robekan dapat korpus uteri atau segmen bawah uterus. Robekan bisa terjasi pada tempat yang lemah pada dinding uterus, misalnya pada parut bekas seksio sesareaatau bekas miomektomi.
Secara anatomik, robekan uterus dapat di bagi dalam 2 jenis yaitu :
1. robekan inkomplet; mengenai endometrium dan miometrium tetapi perimetrium masih utuh
2. Robekan komplet ; mengenai endometrium, miometrium, perimetrium sehingga terjadi hubungan langsung antara karum uteri dan rongga perut.
Robekan uterus komplet menyebabkan gejala-gejala yang khas ketika persalian berlangsung yaitu nyeri perut mendadak, anemia, syok, dan hilangnya kontraksi. Gejala robekan uterus inkomplet umumnya lebih ringan. Pada waktu selesai persalinan, bila penderita pucat dan kelihatan dalam syok, sedang perdarahan keluar tidak banyak, apabila diraba tumor di parametrium, maka pada keadaan ini patut dicurigai adanya robekan uterus inkomplet. Untuk lebih memastikan hal ini, dianjurkan melakukan ekplorasi dengan memisahkan tangan didalam rongga uterus.
Penanganan pada robekan uterus ialah pemberian transfusi darah segera, kemudian laparotomi, jenis opersi yang dilakukan ialah penjahitan luka pada dinding uterus atau pengangkatan uterus.
C. Nekrosis Jalan Lahir Akibat Tekanan Pada Persalinan Lama
Pada waktu berlangsungnya persalinan, bila kepala janin sudah masuk kedalam ronggga tengah panggul, kandung kencing dan uretra mengalami tekanan oleh kepala janin tersebut. Apabila tekanan berlangsung lama, vagina serta dasar kandung kencing yang tertekan mengalami iskhemia dan akhirnya terjadinya nekrosis

2. Perlukaan Akibat Koitus
perlukaan yang terjasi pada koitus pertama ialah robeknya selaput hymen. Robekan selaput hymen biasanya terjasi pada dinding belakang dan menimbulkan perdarahan sedikit, yang kemudian akan berhenti secara apontan. Pada keadaan tertentu perlukaan akibat koitusdapat lebih berat. Koitus yang dilakukan secara kasar dan keras-keras akan menimbulkan perlukaan-perlukaan vulva dan vagina sehingga menimbulkan perdarahan.

3. Perlukaan Akibat Pembedahan Ginekologik.
Perlukaan alat di dalam pelvis pada waktu pembedahan ginekologik terjadi bila melakukan pembedahan ginekologik pada alat-alat genital.
Perlukaan Ureter
Letak ureter yang dekat dengan genitalia interna menyebabkan saluran kencing itu mudah mengalami perlukaan pada waktu pembedahan ginekologik, terutama jika lokasi ureter berubah karena desakan tumor.
Ada lima tempat di dalam panggul, dimana ureter mudah mengalami perlukaan. Pertama, di tempat ureter memasuki ruang panggul dan menyilang di atas percabangan dengan arteri iliaka. Kedua, pada vasa ovarika di mana ureter berada dekat dengan alat adneks. Ketiga, di dalam ligamentum latum. Keempat, pada tempat yang dekat dengan serviks bagian atas, kelima, pada fase 4 ureter mulai masuk ke dalam kandung kencing.

4. Perlukaan Akibat Trauma Aksidental
perlukaan langsung pada alat-alat genital terjadi akibat patah tulang panggul, atau akibat jatuh duduk dengan genitalia eksterna kena suatu benda.
4.1. hematoma
bentuk perlukaan yang paling sering terjadi ialah hematoma pada vulva. Terdapatnya hematoma yang tampak kecil dari luar belum berarti bahwa bekuan darah di dalamnya sedikit. Perdarahan dapat menjalar sekitar vagina dan mengumpul di dalam ligamentum latum. Bila banyak darah terkumpul dalam hematoma, dapat timbul gejala-gejala syok dan anemia, kulit permukaan hematoma berwarna kebiru-biruan, mengkilat, tipis, dan mudah robek
4.2. Perlukaan
perlukaan pada vagina dan vulva terjadi bila alat-alat tersebut terkena secara langsung.

5. Perlukaan Akibat Benda Asing
seringkali penderita dengan psikopatia seksualis memasukan benda-benda ke dalam vagina atau uretra. Benda asing ini tetap tinggal karena kelupaan atau karena memang penderita senagaja tidak mengeluarkannya. Pesarium yang dipasang untuk prolapsus uteri dapat menimbulkan iritasi dan perlukaan

6. Perlukaan Akibat Bahan Kimia
perlukaan vulva dan vagina berupa luka-luka bakar dapat disebabkan oleh :
1. Pembilasan dengan cairan yang sangat panas
2. kesalahan teknik dalam pemakaian elektrokauter
3. bahan-bahan kimiawi
pembilasan dengan cairan yang sangat panas menimbulkan luka bakar yang superfisial, yang kemudian dapat mennyebabkan terlepasnya kulit dan mukosa sehingga terdapat ulkus.
Pemakaian elektrokauter untuk pengobatan erosio dan porsio uteri, jika kurang hati-hati dapat menyebabkan stenosis atau atresia pada ostiumuteri eksternum.
Vulva dan vagina yang terkena bahan-bahan kimia yang keras menimbulkan gejala-gejala luka bakar. Bahan-bahan kimia yang sering menimbulkan perlukaan dalam hal ini ialah bahan-bahan asam yang terbagi dalam 2 jenis :
1. bahan asam Anorganik, misal. Asam sulfat, asam nitrat, asam klorida
2. bahan asam organik, misal, asam oksalat, dan asam asetat.
Asam anorganik, bila dimasukan ke dalam vagina sangat berbahaya karena mempunyai daya korosif yang sangat kuat. Akibat pemakaiannya ialah perlukaan yang parah pada vagina dan serviks uteri. Asam organik umumnya mempunyai daya korosif yang kurang kuat, tetapi dapat menimbulkan gangguan dalam pembekuan darah.

? Kelainan Letak Alat-alat Genital

1. Jaringan-jaringan yang mempertahankan posisi dan letak Uterus dan Vagina
Posisi serta letak uterus dan vagina dipertahankan oleh ligamen, fasia serta otot-otot dasar panggul. Te Linde (1966) membagi atas 4 golongan yaitu :
A. ligamen yang terletak dalam rongga perut adan ditutupi oleh peritoneum yaitu ligamentum rotundum, ligamen sakrouterina, ligamen kardinale, ligamen latum, ligamen linfudibulo pelvikum.
B. jaringan-jaringan yang menunjang vagina yaitu fasia yang terdapat antara dinding depan vagina dan dasar kandung kemih (fasia puboservikalis) dan fasia yang terdapat antara dinding belakang vagina dan vektrum (fasia vektovaginalis)
C. kantong douglas
D. Otot-otot dasar panggul, terutama otot levator ani

2. Posisi uterus yang normal dalam rongga panggul
posisi uterus yang normal ialah di tengah-tengah rongga panggul, antara kandung kencing dan rektrum dengan ostium uteri eksternum setinggi spina iskhiadika pada wanita berdiri. Uterus dapat digerakan dalam batas-batas tertentu. Dari bagian uterus, serviklah yang lebih menunjukan fiksasi sedang fundus dapat bergerak lebih leluasa.

3. Kelainan letak uterus
umumnya kelainan posisi disebabkan oleh tumor yang mendorong uterus ke sebelah yang berlawanan atau pelekatan yang kuat yang menarik uterus ke sebelah yang sama. Pada desensus sebab turunnya uterus biasanya ialah kelemahan otot serta fasia yang menyokongnya.

4. Prolapsus Genitalia
pada dasarnya prolapsus genitalia digolongkan dalam dua golongan yaitu inversio vagina atas dan inversio vagina bawah. Inversio vagina atas primer disebabkan oleh adanya paksaan dan kerusakan dari otot penyokong vagina atas (ligamen) terutama karena persalinan atau karena tekanan intraabdominal yang tinggi dan kronis atau karena kelemahan jaringan penyokong tersebut sejak dari bawaan.
Eversio vagina terjadi karena hilangnya penyokong atau lemahnya otot vagina bawah, terutama karena kerusakan diafragma pelvis dan urogenital biasanya kerusakan ini akibat trauma persalinan, atau karena atrofi jaringan-jaringan penyokong pelvis pasca menopause, dimana hormonstrogen sudah berkurang, sehingga otot dasar penggul menjadi atrofi dan melemah.
Bentuk-bentuk Prolapsus Vagina adalah sebagai berikut :
1. Sistokel : turunya kandung kemih melalui fasia fuboservikalis, sehingga dinding vagina depan jadi tipis dan disertai penonjolan kedalam lumen vagina.
2. Uretrhokel : hiilangnya penyokong dari fasia puboservikalis dan fasia pubotrhalis
3. enterokel : berisi usus halus atau umentum dan mungkin menyertai uterus turun kedalam vagina.
4. Rektokel : kelemahan dari dinding vagina belakang yang menyebabkan penonjolan dari rekhim ke dalam vagina.
5. Kolpokel Pasca Histerektomia : penurunan vagina pasca hesterektomia
6. prolapsus uteri : karena kelemahan ligamen endopelvik trutama ligamentum transvesal dapat dilihat pada nullipara diaman terjadi elangosiokoli disertai prolapsus uteri tanpa sistokel tetapi ada enterokel.

? Permasalahan Dalam Sistem Urologi

A. Kelainan Anatomik Pada Saluran Urine Bagian Bawah
Kelainann anatomik yang ditemukan sebagian ada kaitannya dengan embriologi, seperti hipaspadi dan yang paling berat ekstrofi vesika. Ini semua disebabkan oleh gangguan pertumbuhan dan sinus urogenitalis
1. Divertikel di uretra
Di samping uretrokel dapat ditemukan di vertikel pada uretra yang mudah terkena infeksi. Pengobatan pada umumnya mengangkat divertikel tersebut.
2. Ureterokel Vesikalis
Penonjolan kistik menyerupai balon dari ureter bagian intramural ke dalam ruang vesika. Hal ini mungkin disebabkan oleh penyempitan pada muara ureter dan adanya kelemahan-kelemahan pada muskularis dan jaringan ikat di dinding vesika. Dengan getah lendir yang kental mirip penghalang untuk naiknya kuman ke atas, dan adanya serabut-serabut pada epitel endometrium yang bergerak kearah vagina.

B. Benda Asing Dalam Vesika Urinaria
Jahitan luka pada dinding vasika dengan sutera dan nilon dan lainnya yang tidak diresorbsi, dapat tetap ada pada vesika urinaria dan terjadi inkrustasi dengan garam-garam urine sehingga membatu. Benda-benda asing yang dipakai untuk onani dapat pula masuk ke vesika urinaria dan membatu.

Batu ureter pada umumnya hanya lewat vesika urinaria dan mudah dikeluarkan melalui uretra yang lebara dan pendek. Gejala-gejalanya adalah kolik, agak sulit kencing dan adanya hematori.

C. Radang Pada Saluran Kencing.
Uretra wanita selalu mengandung kuman (E. koli, streptokokus, stafilokokus, basilus doderlein). Pada umumnya kuman yang ada di vagina menimbulkan vaginitis dan dan pada uretra uretritis. Hal tersebut terjadi bila ada trauma pada jaringan atau pertahanan jaringan berkurang, atau virulensi kman meningkat.

Yang mencegah adanya radang di vagina adalah epitel torak dinding vagina dan cairan di vagina yang bereaksi asam. Konalis servikalis yang sempit dengan getah lendir yang kental mirip penghalang untuk naiknya kuman ke atas, dan adanya serabut-serabut pada epitel endometrium yang bergerak ke arah vagina

D. Tumor Bagian Bawah Saluran Urine
1. Tumor Uretra
Yang mudah dilihat apabila tumor tampak di orifisium uretra seperti kista, fibroma, papiloma, polip, tumor-tumor ini adalah tumor jinak. Tumor ganas seperti karsinoma, sarkoma, umumnya dittemukan pada wanita yang berumur lanjut.
Kelainan-kelainan tersebut diatas menimbulkan keluhan sakit, atau kesulitan waktu berkemih dan pula adanya darah dalam urine (hematuria)
2. Tumor Vesika Urinaria
Tumor jinak vesika urinaria yang terbanyak adalah papiloma yang menyerupai jonjot-jonjot yang bertangkai dengan lokalisasinya didasar vesika dan sering mennnnnnimbulkan perdarahan. Tumor Vasika Urinaria yang padat jarang, misalnya, fibromiksoma, mioma, angioma.
3. Karsinoma Vesika Urinaria
Karsinoma dapat ditemukan di vesika dengan ciri berbenjol-benjol, mendatar dan padat. Karsinoma vesika urinaria dapat pula ditemukan sebagai metastasis karsinoma dari uterus atau vegian yang menembus ke vesika.

E. Inkontinensia Urinae
Ketidakmampuan menahan aira kencing atau inkontinensia urinae mempunyai berbagai sebab yang dapat dikembalikan pada sfingter vesika urinaria yang tidak berfungsi baik atau pada fistula urin.

F. Fistula Urinae
Bila kebersihan kurang atau tidak ada maka mudah timbul vulvitis dan vaginatis. Pada vulva dan sekitar anus timbul ekskoriasi, ulserasi dan kondiloma. Pada fistula lama kulit disekitarnya menjadi tebal dan kaku. Air kencing terus-menerus mengalir menimbulkan bau pesing dan genitalia eksterna selalu basah.

Selasa, 09 Maret 2010

Infeksi Menular Seksual Rawan Pada Anak-anak Muda

Data BKKBN menunjukkan perilaku seks remaja yang cenderung bebas. Sejalan dengan itu, di RSHS Bandung tercatat 60% yang menderita kutil kelamin adalah usia 16 hingga 25 tahun! Orang tua dituntut untuk selalu menjaga anaknya agar tak terjerumus ke perilaku seks tidak aman itu.

Sekitar 60% penderita penyakit kutil kelamin (Condyloma acuminata) yang datang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung masih berusia 16 hingga 25 tahun. Itu artinya, 60 dari 100 orang muda adalah penderita penyakit kutil kelami. Kenyataan ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, mengingat penyakit kelamin tersebut berpotensi untuk menjadi ganas atau kanker.

Data tersebut merupakan hasil survei terakhir yang dilakukan Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung/RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, dr. Rachmatdinata, SpKK. Sebuah kenyataan yang tentu saja patut dipertanyakan, mengapa hal itu bisa terjadi, bagaimana gejala, pengobatan, dan pencegahannya? Terlebih risiko paling buruk dari penyakit ini adalah kanker. Mengapa juga penyakit ini menyerang mereka yang berusia muda? Sudah begitu permisifkah masyarakat sehingga begitu mudah melakukan perilaku seks bebas? Bagaimana pula institusi agama dan pendidikan menyikapi keadaan ini?

Minggu, 07 Maret 2010

Penyebab Infeksi Jamur Pada Alat Kelamin

* Disebabkan oleh jamur
* Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat
* Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal
* Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur

Jumat, 05 Maret 2010

IMS : Penyakit Kelamin Infeksi dari Hubungan Kelamin Tidak Sehat

Apa itu IMS?

IMS adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Hubungan seks ini termasuk hubungan seks lewat liang senggama, lewat mulut (karaoke) atau lewat dubur.

IMS juga disebut penyakit kelamin atau penyakit kotor. Namun itu hanya menunjuk pada penyakit yang ada di kelamin.
Istilah infeksi menular seksual lebih luas maknanya, karena menunjuk pada cara penularanya.
Tanda-tandanya juga ada di alat penglihatan, mulut, saluran pencernaan, hati, otak dan bagian tubuh lainnya.

Contohnya HIV-AIDS dan Hepatitis B yang menular lewat hubungan seks, tetapi penyakitnya tidak bisa dilihat dari alat kelaminnya. Artinya, alat kelaminnya masih tampak sehat meskipun orangnya membawa bibit penyakit-penyakit ini.

Mengapa saya perlu tahu tentang IMS?

Kalau kita sudah pernah berhubungan seksual, maka kita dapat terkena IMS, walaupun mungkin kita cuma pernah berhubungan seksual satu kali saja.

Apa bahayanya IMS?

IMS membuat kita sakit-sakitan
IMS membuat kita mandul
IMS bisa menyebabkan keguguran
IMS bisa menimbulkan kanker leher rahim
IMS bisa merusak penglihatan, otak dan hati
IMS bisa ditularkan kepada bayi
IMS bisa menyebabkan kita mudah tertular HIV
IMS tertentu seperti HIV dan Hepatitis B, bisa menyebabkan kematian

Apa saja jenis-jenis IMS itu?

IMS ada banyak sekali jenisnya! Beberapa diantaranya yang paling penting adalah:

GO atau kencing nanah
Klamidia
Herpes kelamin
Sifilis atau raja singa
Jengger ayam
Hepatitis
HIV-AIDS

Di zaman sekarang, Klamidia semakin sering ditemui. Seperti juga GO, klamidia amat sering membuat orang mandul bila tidak diobati dengan benar. Jengger ayam dan herpes juga sering ditemui dan biasanya menjengkelkan karena penyakit-penyakit ini kumat-kumatan seumur hidup. Raja Singa juga akibatnya buruk kalau tidak cepat diobati. Hepatitis kalau sudah parah juga berbahaya dan merusak hati. Sementara AIDS yang disebabkan HIV dan merusak kekebalan tubuh manusia juga makin banyak dan membuat orang sakit-sakitan. Sebagian besar mereka yang tertular HIV meninggal karena AIDS. Obat-obatan untuk mengendalikan (bukan menyembuhkan) HIV umumnya mahal, sehingga tidak terjangkau kebanyakan orang.

Apakah semua IMS bisa diobati?

Tidak semua IMS bisa diobati. HIV/AIDS, Herpes, Jengger Ayam dan Hepatitis termasuk jenis-jenis IMS yang tidak bisa disembuhkan. HIV/AIDS termasuk paling berbahaya. HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan dan merusak kekebalan tubuh manusia untuk melawan penyakit apapun. Akibatnya, orang menjadi sakit-sakitan dan banyak yang meninggal karenanya.
Sementara Herpes, sering kambuh dan sangat nyeri kalau kambuh. Pada Herpes, yang diobati cuma gejala luarnya saja, tetapi bibit penyakitnya akan tetap hidup di dalam tubuh selamanya.
Catat! Hepatitis juga tidak bisa disembuhkan. Walau begitu, ada jenis Hepatitis tertentu yang bisa dicegah dengan imunisasi.

Apakah IMS selalu ada tandanya?

Tidak! Seringkali IMS tidak menunjukkan gejalasama sekali dan tidak terasa, sehingga kita tidaktahu kalau kita sudah terkena. IMS tidak selalu menunjukkan tanda atau gejala, baik pada laki-laki atau perempuan. Beberapa IMS tandanya bisa muncul setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan tahunan setelah kita terkena.

Pada perempuan, IMS seringkali tidakmenunjukkan gejala. Meski gejalanya tidak ada dan tidak terasa sakit, IMS ini bisa ditularkan kepada orang lain.
Orang yang mengidap HIV, tidak akan menunjukkan gejala sampai bertahun-tahunkemudian. Kita tidak bisa melihat apakah mereka sudah terinfeksi atau belum. Walau tidak ada gejala dan kelihatan sehat, mereka dapat menularkan HIV. Seringkali, orang yang terkena HIV juga tidak tahu kalau dirinya sudah terkena, karena dia sendiri merasa sehat meski sudah terkena bertahun-tahun yang lalu. Hanya tes darah yang dapat menunjukkan apakah seseorang sudah terkena HIV atau belum.

Mengapa orang sering tidak tahu dirinya terkena IMS?

Pada perempuan, masalahnya luka-luka IMS seringkali terjadi di leher rahim. Jauh di dalam, sehingga tidak kelihatan dari luar. Dan karena seringkali IMS tidak menimbulkan rasa nyeri, maka seseorang tidak merasa dirinya telah terkena IMS. Sementara pada laki-laki, luka-luka di mulut saluran kencing atau di saluran kencing juga tidak selalu kelihatan atau tidak disertai rasa nyeri.

Apa gejala IMS yang paling umum?

IMS sering tidak menujukkan gejala, terutama pada wanita. Namun demikian, ada pula IMS yang menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

· Keluarnya cairan dari vagina, penis atau dubur yang berbeda dari biasanya. Pada perempuan, keputihan yang keluar semakin banyak. Warnanya bisa putih susu, kekuningan, kehijauan atau disertai dengan bercak darah. Bisa pula baunya tidak enak, berbentuk cairan ataupun serpihan-serpihan seperti pecahan susu.
· Perih, nyeri atau panas saat kencing atau setelah kencing, atau menjadi sering kencing.
· Luka terbuka, luka basah di sekitar kemaluan atau sekitar mulut. Sifat lukanya bisa nyeri, bisa juga tidak.
· Tumbuhan seperti jengger ayam atau kutil sekitar kemaluan.
· Gatal-gatal di daerah alat kelamin.
· Bengkak di lipatan paha.
· Pada pria, kantung pelir menjadi bengkak dan nyeri.
· Sakit perut di bagian bawah yang kumat-kumatan dan tidak ada hubungannya dengan haid.
· Keluar darah sehabis berhubungan seks.

· Secara umum merasa tidak enak badan atau demam.

Rabu, 03 Maret 2010

Fakta Tentang Oral Seks dan Tips Oral Seks yang Aman

Oral sex banyak disukai pria. Aktivitas seks ini mampu membakar fantasi mereka sampai rela melakukan perburuan dimana saja. Wanita penghibur adalah korban yang sering dicari oleh para lelaki pemburu kepuasan ini. Namun, sadarkah mereka tentang bahaya yang mengancam di balik kepuasan itu?

Seks merupakan suatu hal yang tidak ada habisnya dibicarakan. Oral sex adalah salah satu aktivitas yang sering dilakukan ketika berhubungan seksual. Apalagi bagi kaum Adam yang sangat menikmati aktivitas ini. Banyak pria menganggap oral sex sebagai salah satu ritual wajib yang harus dilakukan. Sah-sah saja jika melakukan seks oral ini terutama dengan pasangan resmi. Aktivitas ini banyak disukai pria karena secara biologis dan psikologis lebih menguntungkan.

Banyak orang yang mengatakan bahwa seks oral merupakan kegiatan seks yang paling aman jika dibandingkan dengan hubungan seks lainnya. Khususnya bagi pasangan yang tidak terikat, oral sex merupakan kegiatan seks yang dianggap aman karena tidak akan mengakibatkan kehamilan. Tapi, apakah kegiatan oral sex dengan wanita penghibur ini memang benar-benar aman dari resiko lain seperti terkena Penyakit Menular Seksual (PMS)? Inilah yang harus diperhatikan bagi penikmat oral sex ‘jajanan’.

Pria biasanya merasakan tingkat kenikmatan yang lebih tinggi dalam menerima maupun memberikan seks oral. Dalam sejumlah penelitian, mereka sering mengatakan bahwa mereka menginginkannya lebih sering dibandingkan yang diinginkan oleh pasangannya. Seks oral juga digemari wanita-wanita pekerja seks komersil. Para wanita penghibur ini melakukan seks oral untuk menghindari penularan berbagai jenis penyakit kelamin terhadap dirinya.

Benarkah pendapat yang mengatakan oral sex dengan para wanita penghibur tidak akan menimbulkan bahaya? Agaknya pendapat ini jauh dari fakta yang sebenarnya. Sebab, mulut manusia merupakan organ yang hanya dilapisi jaringan halus dan kurang elastis. Mukosa atau jaringan halus pada mulut mudah sekali terluka dan bukan merupakan benteng yang kokoh terhadap datangnya tamu tak diundang, yakni bakteri dan virus.

Di samping itu, mulut dan bibir lebih sering mengalami pecah-pecah yang mengundang resiko tertularnya penyakit melalui oral sex. Klamidia, herpes genitalis, gonore, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV) merupakan PMS yang paling sering ditularkan melalui kontak antara mulut dan alat kelamin. Jika menyukai oral sex dan tidak bisa mengubah kebiasaan ini, maka wajib memperhatikan kesehatan dari alat-alat genital Anda. Dengan demikian bisa diketahui lebih dini tanda-tanda umum jika terjadi sesuatu yang berhubungan dengan gejala awal PMS.

Jalan satu-satunya bila Anda tetap ingin melakukan oral sex dengan cara fellatio (seks oral terhadap organ lelaki), maka gunakanlah kondom tanpa pelumas (atau hilangkan pelumasnya). Apabila melakukan cunnilingus (seks oral terhadap organ kewanitaan), pasangan Anda harus menggunakan pelindung gigi. Alat ini berupa selembar lateks persegi yang diletakkan di atas vulva, sehingga tidak terjadi kontak langsung atau pertukaran cairan tubuh.

Senin, 01 Maret 2010

Daftar Jenis-Jenis Masalah Kesehatan Wanita

Hormon dan Reproduksi

Reproduksi manusia yang normal melibatkan interaksi antara berbagai hormon dan organ, yang diatur oleh hipotalamus (suatu daerah di otak).Pada pria dan wanita, hipotalamus menghasilkan hormon yang disebut releasing factors (RH).

Obat-obatan Yg Digunakan Selama Kehamilan

Pengaruh obat terhadap janin tergantung kepada tingkat perkembangan janin dan dosis serta kekuatan obat.
Penyakit-penyakit Yg Bisa Mempersulit Kehamilan

Banyak penyakit yang dapat mempersulit kehamilan, muali dari anemia, gagal jantung, asma, penyakit hati, dll yan membutuhkan penanganan khusus.

Kehamilan Resiko Tinggi

Kehamilan Resiko Tinggi adalah suatu kehamilan yang memiliki resiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan.
Sistem Reproduksi Wanita

Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi.

Seluk Beluk Kehamilan

Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan.

Keluarga Berencana : Cara mengontrol Jarak & jumlah kelahiran anak

Keluarga Berendana adalah usaha untuk mengontrol jumlah dan jarak antara kelahiran anak.Untuk menghindari kehamilan yang bersifat sementara digunakan kontrasepsi sedangkan untuk menghindari kehamilan yang sifatnya menetap bisa dilakukan sterilisasi.

Kontraksi & Persalinan : Kapan Saatnya Melahirkan Bayi

His (Kontraksi) adalah serangkaian kontraksi rahim yang teratur, yang secara bertahap akan mendorong janin melalui serviks (rahim bagian bawah) dan vagina (jalan lahir), sehingga janin keluar dari rahim ibu.

Komplikasi Persalinan

Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW) adalah pecahnya selaput berisi cairan ketuban yang terjadi 1 jam atau lebih sebelum terjadinya kontraksi.

Seluk Beluk Kemandulan

Kemandulan adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk mencapai kehamilan setelah selama 1 tahun melaksanakan hubungan seksual secara teratur dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Seluk Beluk Menopause
Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Tetapi kepastiannya baru diperoleh jika seorang wanita sudah tidak mengalami siklusnya selama minimal 12 bulan.Read More

Pasca Persalinan

6-8 minggu setelah persalinan, ibu bisa mengalami gejala-gejala yang ringan dan bersifat sementara karena tubuhnya kembali menyesuaikan dengan keadaan sebelum hamil.

Menopause Dini : Berhenti mens sebelum usia 40 tahun

Menopause Dini adalah suatu keadaan dimana fungsi ovarium (indung telur) dan menstruasi berhenti sebelum usia 40 tahun.

Mola Hidatidosa : Apakah hamil anggur itu?

Mola Hidatidosa (Hamil Anggur) adalah suatu massa atau pertumbuhan di dalam rahim yang terjadi pada awal kehamilan.

Nyeri Panggul

Nyeri Panggul adalah nyeri yang dirasakan di batang tubuh paling bawah, yaitu di bawah perut dan diantara tulang pinggul.

Penyakit Radang Panggul

Penyakit Radang Panggul (Salpingitis, PID, Pelvic Inflammatory Disease) adalah suatu peradangan pada tuba falopii (saluran menghubungkan indung telur dengan rahim).

Perdarahan Rahim Akibat Kelainan Fisik

Perdarahan Rahim Akibat Kelainan Fisik terhitung sebanyak 25% dari seluruh perdarahan abnormal pada wanita.

Perdarahan Rahim Disfungsional

Perdarahan Rahim Disfungsional adalah perdarahan abnormal akibat perubahan hormonal.75% dari perdarahan rahim yang abnormal merupakan perdarahan rahim disfungsional.

Sindroma Premenstruasi

Sindroma Premenstruasi (Kelainan Disforik Premenstruasi) merupakan suatu keadaan dimana sejumlah gejala terjadi secara rutin dan berhubungan dengan siklus menstruasi; gejala biasanya timbul 7-10 hari sebelum menstruasi dan menghilang ketika menstruasi dimulai.

Sindroma Ovarium Polikista (Kista Indung telur)

Sindroma Ovarium Polikista (Sindroma Stein-Leventhal) adalah suatu penyakit dimana ovarium (indung telur) membesar dan mengandung banyak kantong yang berisi cairan (kista); kadar hormon pria (androgen) bisa tinggi sehingga kadang menyebabkan maskulinisasi.

Kanker Vulva

Kanker Vulva adalah tumor ganas di dalam vulva. Vulva merupakan bagian luar dari sistem reproduksi wanita, yang meliputi labia, lubang vagina, lubang uretra dan klitoris.

Vaginitis & Vulvitis : Peradangan lapisan Vagina & Organ kelamin luar wanita

Vaginitis adalah suatu peradangan pada lapisan vagina.Vulvitis adalah suatu peradangan pada vulva (organ kelamin luar wanita). Vulvovaginitis adalah peradangan pada vulva dan vagina.


Sistosarkoma Filodes : Tumor jinak payudara

Sistosarkoma Filodes adalah sejenis tumor jinak payudara yang relatif jarang terjadi dan bisa berkembang menjadi keganasan.

Kanker Rahim : tumor ganas pada endometrium

Kanker Rahim adalah tumor ganas pada endometrium (lapisan rahim).Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita berusia 50-60 taun.

Kanker Vagina : tumor ganas pada vagina

Kanker Vagina adalah tumor ganas pada vagina.Vagina adalah saluran sepanjang 7,5-10 cm; ujung atasnya berhubungan dengan serviks (leher rahim/bagian terendah dari rahim), sedangkan ujung bawahnya berhubungan dengan vulva.Read More

Kanker Saluran Telur

Kanker Saluran Telur adalah tumor ganas pada saluran telur (tuba falopii).

Kanker tuba falopii sangat jarang terjadi, di seluruh dunia dilaporkan kasus sebanyak kurang dari 1500-2000.Kanker biasanya merupakan penyebaran dari organ lain (misalnya ovarium/indung telur).
Kanker Leher Rahim, serang wanita usia 35-55 tahun

Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina.

Kanker Indung Telur

Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur).Kanker ovarium paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium.Read More

Waspadai Fibroid (Mioma) pada wanita

Fibroid (Leiomioma, Fibromioma, Mioma) adalah tumor jinak pada dinding rahim yang terdiri dari otot dan jaringan fibrosa.Fibroid terjadi pada 20% wanita berusia 35 tahun dan lebih sering ditemukan pada wanita berkulit hitam.

Endometriosis

Endometriosis adalah suatu penyakit dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim.Read More

Kanker Payudara

Kanker Payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.

Penyakit Payudara Fibrokista

Penyakit Payudara Fibrokista adalah suatu keadaan yang terdiri dari nyeri, kista dan benjolan jinak pada payudara.

Penyakit Paget Pada Puting Susu

Penyakit Paget Pada Puting Susu adalah sejenis kanker payudara yang pertama kali muncul sebagai luka terbuka pada puting susu yang berkeropeng dan bersisik atau sebagai cairan yang keluar dari puting susu.

Mastalgia : Payudara nyeri sekali..

Mastalgia adalah nyeri payudara.Nyeri payudara dibagi ke dalam 2 kelompok: Mastalgia siklik : berhubungan dengan menstruasiMastalgia non-siklik : tidak berhubungan dengan menstruasi dan bisa berasal dari payudara maupun struktur di sekitar payudara (misalnya otot atau persendian).

Kista Payudara

Kista Payudara adalah kantung berisi cairan yang ditemukan di dalam payudara. Kista paling banyak ditemukan pada wanita menjelang masa menopause. Tetapi kista dapat terjadi pada wanita pasca menopause, terutama jika mereka menjalni terapi sulih hormon.

Infeksi & Abses Payudara (Mastitis)
Infeksi Payudara (Mastitis) adalah suatu infeksi pada jaringan payudara. Pada infeksi yang berat atau tidak diobati, bisa terbentuk abses payudara (penimbunan nanah di dalam payudara).

Fibroadenoma : benjolan pada payudara

Fibroadenoma adalah benjolan padat yang kecil dan jinak pada payudara yang teridiri dari jaringan kelenjar dan fibrosa.Benjolan ini biasanya ditemukan pada wanita muda, seringkali ditemukan pada remaja putri.Read More

Nipple Discharge : cairan keluar dari puting susu

Nipple Discharge adalah cairan yang keluar dari puting susu.Sekitar 20% wanita mengeluarkan cairan yang menyerupai susu atau cairan jernih secara spontan.

Dismenore : kram rahim & nyeri selama mens, kenapa?

Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi.

Amenore, mengapa wanita bisa tidak menstruasi?

Amenore adalah tidak terjadinya menstruasi. Jika menstruasi tidak pernah terjadi maka disebut amenore primer, jika menstruasi pernah terjadi tetapi kemudian berhenti selama 6 bulan atau lebih maka disebut amenore sekunder.